• Keresahan,  Told

    Log #1: Doing Dreadful Duties

    Dreaded to do something? Rasanya setiap dari kita pasti pernah, yah setidaknya saya sering. Dari hal-hal sepele seperti menanyakan sesuatu yang sensitif, membalas beberapa pesan (ups), mengerjakan tugas yang sepertinya sulit, memasuki kelas baru, memijak hati hari di tempat kerja yang baru hingga sesuatu yang materiil seperti pertama kali akan melakukan sebuah tanggung jawab, setiap akan menjalankan kesempatan baru, juga pada setiap kepercayaan yang diberikan. Kadang perasaan tersebut bisa membawa kita agar lebih bersiap namun bisa jadi berujung hal-hal negatif seperti penundaan (yang juga berarti mengabaikan masalah) dan underestimate kemampuan diri sendiri. Currently, saya sedang mengambil kelas online yang salah satunya menuntut untuk belajar bahasa pemograman. Kami diberi waktu seminggu untuk…

  • Told

    Gula dan Teh untuk Mbah Marto

    Mbah Marto adalah tetangga saya yang juga merupakan karib kakek saya. Ia memiliki bengkel vespa langganan kakek saya. Mungkin karena tetangga, mungkin karena vespa, entahlah. Yang saya ingat waktu saya pernah jatuh ke sungai bersama sepeda saya, ya saya ulangi untuk mendramatisir jatuh-ke-sungai-bersama-sepeda haha, kedua karib tersebut yang membantu saya dan sepeda saya sembuh. Kakek saya membantu mengobati luka dan patah hati kaki saya, sementara Mbah Marto entah bagaimana bisa mengembalikan sepeda saya untuk dapat dikendarai. Kebiasaannya yang saya tahu hanya sering terlihat di bengkel atau di teras rumahnya. Ia hanya tersenyum jika saya menyapanya saat melewati rumah/bengkelnya, namun selalu menyapa cukup keras saat saya menyelinap pergi lewat pintu belakang…

  • Sudut Pandang

    Alasan Bertahan Main Instagram

    Intagram adalah salah satu dari ‘mainan’ masakini aka social media/medsos. Kalau saya analogikan social media mungkin seperti genre musik: punya penikmat masing-masing. Sama seperti saat saya coba-coba dengerin Lamb of God yang hanya bertahan beberapa detik (haha gakuat bok dengerinnya), saya juga coba-coba main path, snapchat…yang ujungnya juga saya tinggalkan, kurang cocok rasanya. Bagi yang cocok, medsos bisa menjadi tempat menuangkan kreativitas contohnya pinot dengan filter snapchatnya. Juga yang sedang naik daun yaitu yutuber juga artis instagram. Medsos tidak hanya menjadi “mainan” namun juga dapat generate income. Beberapa saat lalu saya membahas dengan teman saya yang sedang merintis bisnisnya bahwa beberapa influencer memiliki tarif masing-masing sebagai imbal jasa dari promosi…

  • Metafora

    Perjalanan Pemahaman Perasaan

    Perjalanan pemahaman saya tentang perasaan sampai pada suatu malam yang penuh ketergesaan yang membawa pada mata itu. Sekelibat tetapi terpatri jelas. Malam semakin larut. Jendela pantry yang terbuka membiarkan asap keluar. Diantara denting lift dan langkah yang tergesa, kembali kutemukan mata itu. Pagi berikutnya adalah kali pertama perkenalan dengan suaramu. Tidak ada yang spesial, namun ada sesuatu yang membuatnya menarik. Pada kesempatan-kesempatan selanjutnya pun aku selalu mencari apa yang sudah aku kenal: mata yang hangat dan suara tenteram. Perjalanan membawaku semakin jauh pada senyuman dan tawa ringan yang jarang terlihat pada keseharian. Perjalanan semakin menarik. Namun perjalanan tidak hanya membawaku pada pengalaman yang menyengangkan dan menghangatkan hati. Hingga akhirnya perjalanan…

  • Told

    Merasakan Waktu

    Hari ini hari jumat. Kebetulan hari ini hari libur.Sudah 4 hari saya tidak merasakan istirahat siang. Hustle and bustle.Empat hari berlalu seperti sekejap. Pagi yang tergesa, pulang tengah malam.Namun kemarin berbeda. Saya pulang tengah malam untuk bertemu dengan teman-teman saya.Typical sleepover. Shared bed, jokes, joy, laughter, romcom and horror movies, burger for breakfast (!!). Siang ini saya kembali ke rumah duduk menyeduh kopi susu sembari blogwalking.Saya menyadari bahwa hanya beberapa jam bersama teman-teman saya tetapi saya menikmati sekali momen-momen tersebut. Menertawakan satu sama lain, menertawakan hal-hal yang hanya lucu bersama mereka. Tertawa hingga perut melilit. Saya teringat dua minggu lalu saat saya pergi ke Bandung bersama teman-teman saya yang lain. Teman-teman yang…

  • Metafora

    Bagaimana Seninmu?

    Senin temanku adalah hari dimana dia berjibaku berdesakan di angkutan kota pada pagi buta yang mana tak pernah ia lakukan pada hari sebelumnya dan hari sebelumnya.Seninnya adalah hari dimana dia gugup meski kemeja necis dan rambut klimis yang hanya bertahan tidak sampai jam makan siang habis. Senin temanku yang lain lagi adalah hari dimana dia kecewa akan dirinya sendiri.Seninnya adalah hari ia dimakan ego perfeksionis yang menggemakan sesuatu yang kecil.Seninnya adalah hari dimana dia lupa bahwa sesuatu yang kecil biarlah tetap kecil. lain lagi dengan temanku yang lain Senin temanku adalah hari dimana dia bahagia karena sebuah pesan singkat yang diterjemahkan menjadi sebuah roman berseri.Seninnya adalah hari dimana matanya berbinar…

  • Metafora

    Gemerlap Mayoritas

    Akhir-akhir ini terasa besarnya gelombang ke-aku-an dan/atau ke-kamu-an dan/atau ke-kami-an. Jarang Saya mendengar tentang kita. Ke-aku-an yang angkuh, mendongak, berlenggak-lenggok berlindung di bawah payung mayoritas. Ke-kamu-an yang menuding, dengan hati dan pikiran yang ukurannya sangat sempit hingga kurang napas juga keras layaknya karas. Ke-kami-an yang tinggi menjulang menjadi tebing pembatas seolah olah setiap pilihan, setiap bentuk dan rupa hanya ada dua sisi, hanya ada bi-, hanya ada antonim. Saya ingin mencicipi minoritas. Tapi Saya takut tak sanggup menahan keras. Dihujani ke-aku-an. Dibombardir ke-kamu-an. Ditelanjangi oleh ke-kami-an. Merayakan dalam kesunyian. Merayakan dalam ketidakpedulian atau malah cibiran. Berucap berujung bekap. Ah mayoritas, jika dunia bi- itu terbalik untuk satu hari saja….apakah gemerlap…

  • Told

    It has an end.

    Here is the thing, we all facing the end. I’ve seen enough old and lonely soul, being hurt and full of regret. I remember exactly the betrayed heart, a smile of strength, warm heart even tortured again and again Until the last, all I remember are bigger love, loyalty, and strength.  I remember exactly the anger, the cruel word, those heart-breaking cold night. Now turn into helpless Sometimes crying over his past. Or maybe he is frustrated with his current condition. Hurting, Being hurt. Betray. Betrayed. Lies. More lies. Ego. Bigger Ego. Anger. Louder anger. At the end isn’t about which side better. Isn’t about blame the other side. It’s…

  • Metafora

    (ke)Manusia(an) Penting

    rindu savana dan buih ombak Spesies ini bisa ditemukan di antrian kofisyop terdekatatau dijalan dengan langkah tergesaatau coba cari nada suara yang meningkat dengan mata berkilatyang mungkin lupa caranya tersenyum dan memberi terimakasih kepada sesamayang mungkin tidak tahu beda antara menatap dan melihatyang memberi rafinasi pada kata-kata untuk menutupi cela Sobat,mungkin kau salah mengartikan “Pembeli adalah Raja”tata krama itu melekat pada ningratkepercayaan orang lain itu yang menumbuhkan kuasasopan santun itu yang membuahkan rasa hormatdan yang terpenting, luka tidak mudah terlupa.

  • Metafora

    Pemerhati Ketidakpedulian

    Aku kagum pada masabodoh Terkesima pada ahsudahlah Terpesona pada lirikan sekelibat Terperangah pada hati yang tak bergetar Masabodoh yang peduli pada orang-orang terlupakan Ahsudahlah yang membelai stigma Lirikan sekelibat yang berbalik pada hitungan kedua Hati yang tak bergetar bukan karena romantisme kasih tapi merasakan getir orang lain